Reporter Tribun Jogja Yosef Leon Pinsker melaporkan-TRIBUNNEWS.COM, Yogyakarta-Empat pengunjuk rasa dicurigai setelah protes hukum yang komprehensif kemarin berakhir dalam kekacauan di sekitar Mario Polo. -Polisi akan menangani tuntutan pidana terhadap empat pengunjuk rasa yang diduga melakukan tindak pidana karena diduga menghantui dan merusak banyak fasilitas umum.

“Kami telah menangkap 95 pengunjuk rasa dan 4 dari mereka akan dihukum karena diduga menyabotase kantor polisi di belakang Hotel Inna Malioboro pada kerusuhan kemarin,” kata polisi Kasatreskrim, Jumat. Yogyakarta, AKP Rico Sanjaya (10/9/2020).

Keempat tersangka pelaku adalah anak di bawah umur, dengan singkatan IMN (17), SBS (16), LAS (16) dan CF (19).

Kebanyakan dari mereka adalah pelajar dan pekerja swasta. Ia berkata: “Mereka diancam karena ada yang merusak, mencoba membakarnya, dan ditangkap dengan bensin.”

Karena tersangka pelaku menghancurkan seorang polisi di tempat parkir Abu Bakar Ali (ABA) Biro, pejabat ditangkap.

Saat mereka ditangkap oleh warga sipil dan diinterogasi, mereka mengaku merusak pos tersebut.

Baca: Situasi Terkini di Kawasan Marioboro Pasca Kerusuhan: Pejabat Ganti Pabrik yang Rusak, PKL Memilih Tutup

Baca: DPRD Sumbar dan Presiden Surati, Penolakan Presiden Jokowi Buat Menanggapi UU Ketenagakerjaan-Baca: Klaim Tanah Biasa, Luka Anton Sujarwo Ditusuk-Riko menambahkan, saat diperiksa dan diperiksa polisi, para tersangka mengaku hanya berada dalam kerusuhan. Kemudian ikuti.