Wartawan Tribun Jabar Furman Suryaman (Furman Suryaman) melaporkan-TRIBUNNEWS.COM-hingga Sabtu (10/10), korban keracunan nasi kuning masih ada di hari ulang tahunnya di Desa Karikil, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. meningkatkan. Sekarang sudah mencapai 205 orang.

Sehari sebelumnya, Jumat (9/10), jumlah korban masih 197, dan ada 8 lainnya.

Pada saat yang sama, Bosco juga menunjukkan bahwa 122 korban diizinkan untuk kembali ke rumah mereka. Kepala Dinas Kesehatan Kotapraja Tasikmalaya mengatakan: “Ada yang sudah sembuh dan masih dirawat di poliklinik rawat jalan.

“ Mereka yang sudah mulai sembuh juga dipulangkan karena menyesal harus dirawat di rumah sakit. Mereka dirawat di klinik rawat jalan. Titie Suryaningsari menceritakan ke IGD. Jumat malam (9/10) di SD Puspasari belakang Puskesmas Mangkubumi.

Baca: Fakta warga Tasikmalaya keracunan: dari ulang tahun hingga kekurangan tenaga medis-Baca: ratusan Linimasa Warga Beras Kuning Diduga Diracuni Tasikmalaya Mengandung Santan di Bakteri-Baca: Alexei Navalny Berencana Targetkan Rusia Meracuni Sanksi Inggris, Prancis, dan Jerman -Menurut Titie, Jumlah Korban Masih Berdatangan dan Korban Kekebalannya terkait. Selama kekebalannya bagus, itu artinya tubuhnya masih kuat.

“Tapi karena tidak dirawat, akhirnya dia pingsan. Bakteri terus menerus menyerang tubuhnya. Jadi akhirnya korban terus datang “, kata Titie. Akibat gejala keracunan, Kamis (8/10) dini hari.

Rabu (7/10) sore hingga sore, warga berada di Karikirchland Desa Cilange makan nasi kuning di hari ulang tahun mereka. Karena korban terus datang, Dinas Kesehatan kemudian menggunakan beberapa ruang kelas SD Puspasari di belakang Puskesmas untuk perawatan darurat.

Artikel ini telah dipublikasikan di tribunjabar.id dengan judul ” Korban keracunan makanan di Tasik Karikil terus meningkat hingga mencapai 205 orang “