Maine TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Kabupaten Deliserdang menyerahkan penanganan kasus Mobile Capture Operation (OTT) kepada polisi, yang kemudian dilimpahkan ke polisi oleh Kepala Desa Tanjung Purba (Kades) di Kecamatan Bangun Purba. Efendy Capah mengatakan, pihaknya telah mendapat informasi terkait penangkapan kepala desa tersebut.

Operasi sunyi dilakukan pada Selasa (8 November 2020) sore. -Membaca: Kasus Covid-19 sedang membumbung tinggi, dan Bupati Deliserdang akan melakukan swab test besar-besaran- “Iya nanti kita serahkan ke polisi dulu. Kalau ada masalah hukum, harus jelaskan kepada kita bahwa itu terjadi Malu banget acara hari ini, terbuka dan transparan, kenapa begitu? ”Kata Citra, Rabu (12 Agustus 2020).

Citra, secara umum, selaku kepala desa Orang itu memang rekan Kades.

Selain sebagai tim sukses (TS), terkadang ia dipilih karena ia anggota keluarga dan bertugas sebagai pengabdi dalam pemilihan kepala desa.

Dia tidak dapat memastikan apakah peristiwa ini terjadi dan dikonseptualisasikan sebagai kerangka kerja, atau .

Tidak pernah memberikan kontribusi. Kata Sittra: “Mungkin ada perusahaan patungan yang mau buka, kami tidak tahu.” Baca: Menteri Gus: Kepala desa dipaksa untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan, kata mantan Kepala Jalan Luupakam, Kepala Desa Kaur Tidak berhak memegang jabatan, termasuk Kasi. Pasalnya, kepala desa bisa sewaktu-waktu diangkat dan diganti, namun mekanismenya masih belum mengikuti ketentuan yang ada.

“SK Kepala Desa memang pembantu kepala desa Kaur, makanya aparat desa bisa sewaktu-waktu memberhentikan. Namun, pengawas jalan juga menyarankan untuk menandatangani SK tersebut. Citra mengatakan:“ Ketua jalan akan menilai dan merencanakan nanti. Apakah ini sesuai. “