TRIBUNNEWS.COM-Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy menyatakan semua harga rapid test di Ambon harus disesuaikan dengan surat edaran yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes). Saat bertemu dengan TribunAmbon.com pada Jumat (10/7/2020).

Seperti yang kita ketahui bersama, nomor edarannya adalah HK.02.02 / I / 2875/2020, yang melibatkan ujian tes antibodi cepat dengan batas biaya tertinggi.

Semua harga tes cepat sama dengan Rp 150.000 per orang . -Untuk itulah, Louhenapessy mewajibkan masyarakat untuk melaporkan biaya rapid test tersebut kepada pemerintah kota yang lebih tinggi dari persyaratan yang ditetapkan oleh departemen pemerintah.Bahkan, menurut pemberitahuan departemen pemerintah, biaya yang paling tinggi dari rapid test itu sendiri hanya harga per orang. Rp 150.000. Tes cepat yang mahal bisa dilaporkan ke pemerintah. Pemerintah kota mengkaji ini. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat telah mengeluhkan biaya pengujian cepat. Karena mahalnya biaya, namun dengan surat edaran dari Kementerian Kesehatan, biaya rapid testing hanya bisa mencapai Rp 150.000.

“Ini surat edaran resmi Kementerian Kesehatan yang mengikat semua institusi kesehatan. Masyarakat harus proaktif dalam laporannya,” ujarnya. -Dia menjelaskan bahwa dalam surat edaran tersebut, dia mengikat semua institusi medis di Maluku dan Ambon untuk tes cepat.