TRIBUNNEWS.COM-Yogyakarta Daerah Istimewa (DIY) SMPN 1 Turi budaya dan profesor seni R (58) Yogyakarta harus mengalami nasib sial.

Untuk pensiun, R harus ditahan oleh polisi setelah ditentukan terkait dengan tragedi di sepanjang Sungai Sempor.

Tidak hanya sendirian, polisi juga menentukan IYA (36), dia adalah warga Sleiman Kathuha, dia juga seorang guru pendidikan jasmani. -Selain itu, ada warga NDS DDS (58 tahun) yang merupakan asisten dan bertanggung jawab untuk menginstruksikan pengintai di luar Turi 1N Middle School. -Oleh karena itu, total 3 orang ditetapkan sebagai tersangka. Jumat Jumat (21/2/2020), tragedi tragedi Sungai Sempor yang dipimpin oleh siswa SMP Turi 1 Sleman.

Baca: Pengasuhan ceroboh untuk menjaga siswa SMPN 1 Turi, pemandu pramuka meminta maaf dan menangis atas tragedi sungai

Ketiganya disebut sebagai tersangka karena mereka dianggap orang yang paling bertanggung jawab dalam kemalangan Tiga orang adalah penggagas acara di tepi sungai, dan tiga orang juga memiliki Sertifikat Kepanduan dalam Kursus Dasar Kepramukaan Tingkat Lanjut (KMD). – Namun, ketiganya tidak berpartisipasi di Sleman dan mengatakan: “Ketiganya adalah faktor penentu dan ide, dan posisinya ada di antara mereka, terutama YA. Tetapi mereka belum jatuh,” Wakil Presiden Kompol M Kasim Akbar Bantilan Kasim pada hari Selasa (2/25/2020) dikutip oleh Kompas.com pada konferensi pers.

Baca: Tragedi dari Susur Sungai ke Sleman, ini adalah eksistensialisme dari batas aktivitas Sc tidak dapat dilakukan secara acak

R (58), guru seni dan budaya SMPN 1 Turi, kepala sekolah Tim mengatakan bahwa tugasnya saat itu adalah menunggu siswa mendaftar di sekolah.