Pontianak TRIBUNNEWS.COM-PSDKP menangkap 3 kapal asing dan 27 awak kapal saat memancing di Laut Utara Natuna Utara (EEZ Indonesia) .

Kapal yang ditangkap adalah KG 95118 TS dengan 2 Awak yang ditangkap – Kapten KP Tiger 01 dan KG 94629 TS yang diawasi 10 anggota Awak ditangkap oleh kapal pengintai, KP Orca 03, dan awak 93153 TS awak 15 pengawas, KP Shark 11 ditangkap. -Tatang Suheryadin, kepala kantor imigrasi IPI di TPI Pontianak, mengatakan PSDKP memegang tiga kapal berbendera Vietnam yang sedang menangkap ikan di perairan Laut Utara (ZEE) Natuna.

Baca: 10 menembakkan petugas kepolisian wilayah Jawa Barat yang terlibat dalam kasus narkoba, petugas yang tidak setia dan penipuan

Baca: Jennifer Dunn dan Cathrine Wilson dibatalkan Kesaksian dari kasus TPPU Wawan – ketiga kapal kargo yang memasuki perairan Indonesia tidak disertai dengan dokumen lisensi pemerintah Indonesia yang sah, surat izin penangkapan ikan komersial (SIUP) dan izin penangkapan ikan (SIPI) dan penggunaan Alat tangkap yang dilarang (dua pukat harimau). ——————————————————————————————————————————— (2020) mengatakan pada konferensi pers.

“Menurut hasil pemeriksaan masing-masing kru, di antara 27 orang, pihak-pihak terkait mengakui bahwa mereka tidak tahu bahwa mereka sudah berada di perairan teritorial Indonesia, karena pekerjaan mereka hanya menarik jaring dan memilih ikan,” kata Tatang Suheryadin.

Namun, Tatang melanjutkan dengan mengatakan bahwa keberadaan warga negara Vietnam yang menggunakan alat tangkap yang dilarang pada tiga kapal penangkap ikan tidak akan mematuhi dan mematuhi hukum dan peraturan, sehingga mengancam keberlanjutan sumber daya laut Indonesia.

Baca: Dipaksa untuk berkompetisi di lapangan, puluhan pengendara ditangkap di Ambon, dan motor itu awalnya ditahan selama 30 hari .– Baca: Foto pernikahan Winda Rarasati dan Narendra Pawaka, dalam banyak artis dan Ahok dan istri Dengan bantuan

“Terbukti bahwa mereka telah melanggar Pasal 75, ayat 1, UU No. 6 tahun 2011, dan pejabat imigrasi memiliki hak untuk mengambil tindakan manajemen imigrasi terhadap orang asing yang tinggal di Indonesia yang terlibat dalam kegiatan berbahaya , Harus dicurigai membahayakan keselamatan dan ketertiban umum, atau tidak menghormati atau tidak menghormati hukum dan peraturan, “kata Tatang. -Saat ini, PSDKP di Pontianak masih memeriksa orang atau kapten yang bertanggung jawab atas transportasi karena dugaan pelanggaran Pasal 92 Jo. Pasal 26, ayat 1 dan Pasal 93, ayat 2 Kementerian Kehakiman Pasal 27, ayat 2 dan pasal 85. Pasal 9 UU RI, tahun ke 45, 2009, tentang UU RI, tahun 31, 2004, tentang amandemen UU Perikanan.

Artikel ini ada di tribunpontianak.co.id dengan judul 27 Vietnam ABK Dideportasi, wilayah ETZ Indonesia Vietnam di Natuna