Denpasar TRIBUNNEWS.COM-Penyidik ​​Polda Bali menemukan dua pucuk senjata (senpi) dan belasan peluru tajam saat menggeledah rumah tersangka dalam persoalan sertifikat tanah Tri Nugraha dan santunan pidana pencucian uang di Jalan Pulau Galang. senjata. , Bali, Denpasar Barat, Padan Sambia, Rabu (02/09/2020).

Semua senjata tidak memiliki lisensi resmi atau ilegal. -Tri Nugraha diduga melakukan bunuh diri di kamar mandi Dingi (Kejati) Senin (31/8/2020) malam di kantor Kejaksaan Bali di Denpasar. – Saat itu, dirinya baru menyelesaikan pemeriksaannya dan akan diadili. Petugas ditahan. “Senjata kecil bermerek Amerika Utara dan laras panjang 652.178 pucuk senjata dikaitkan ke dinding,” di Kantor Bareskrim Bali Kapolres Kombes Pol Dodi Rahmawan di Mapolda Bali, Denpasar, Rabu (2/9/2020). Ucap pada konferensi pers tersebut. Senjata hitam merek Alva 520380, ke kemudian 1 magasin hitam, 2 sikat tembak, 1 kantong senjata dengan peluru yang dapat digerakkan, 28 peluru nyata, 1 peluru panjang, 5 kaliber 22 peluru .

Lalu ada 40 peluru, termasuk 45 peluru kaliber otomatis, 3 peluru, 9 peluru kaliber mili, 20 peluru brc 9mm, jam tangan, peluru dan 4 peluru aktif .– – “Selain itu, kami menunggu pemeriksaan laboratorium untuk membuktikan senjata dan proyektil,” kata Kombes Dodi Rahmawan. — Selain senjata dan perlengkapan, penyidik ​​Polda Bali juga banyak menemukan dokumen senjata atas nama Tri Nugraha. –Baca: Siapa pemilik senjata yang digunakan Tri Nugraha bunuh diri di toilet kejaksaan. Kantor?

“Ada buku senjata, tapi senjata tidak ditemukan. Buku ini atas nama Tri Nugraha. Kemudian disebut Tri Nugraha Menulis buku senjata merah atas nama “Kami mencari senjata hijau.”