TRIBUNNEWS.COM, Bangladesh-Seorang pelajar berinisial MH (23) ditangkap polisi setempat di Bangladesh.

Ia diduga menyediakan layanan prostitusi yang diunggah ke media sosial atau prostitusi online.

Meluncurkan Kompas.com, tim patroli jaringan Bareskrim Polres Bengkulu menemukan MH yang aman untuk memposting (konten pornografi) di jejaring sosial. Kata Dir Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Dedy Setyo Yudo Pranoto, Rabu (24 Juni 2020).

Berdasarkan hasil pemeriksaan tengah semester, penulis mengakui bahwa kegiatan ini dilakukan atas dasar uang atau ekonomi .– –Baca: Fakta tentang prostitusi online Gadis cantik buka BO di kos: Ada 4 tamu setiap hari dan bekerja di toko pakaian setiap hari – tapi sejauh ini, pelaku belum menyebutkan jumlah korban Atau jasanya.

Kombes Pol Sudarno menerangkan bahwa penulis saat ini aman karena penyebaran konten pornografi melalui layanan dan cara prostitusi tertentu. Saat ini penulis telah ditangkap karena “mendownload konten pornografi”, Sudar Connaught diumumkan. — Sesuai Pasal 29, terkait Pasal 4 (1) dd, ini adalah UU RI No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Ia menyimpulkan bahwa, dan / atau Pasal 19 UU RI 2016 Pasal 45 (1) tahun 1991, undang-undang ini melibatkan amandemen UU ITE tahun 2008 yang ke 11. Menjadi distributor online PSK, anak asuh sekolah menengah atas dan mahasiswa