TRIBUNNEWS.COM-Kabar datang dari Banjarbaru, Walikota Nadjmi Adhani telah meninggal dunia.

Nadjmi Adhani meninggal setelah terkena Covid-19. Paru-paru merupakan penyumbatan pembuluh darah di paru-paru.

Penyumbatan biasanya disebabkan oleh bekuan darah yang awalnya terbentuk di bagian tubuh lain (terutama kaki). a .

Jenis gumpalan darah ini memblokir pembuluh darah dan mencegah darah mengalir ke jaringan paru-paru, yang mengakibatkan kematian jaringan paru-paru.

Fanbansyah, direktur administrasi Rumah Sakit Daerah Aidaman (RSUD), mengatakan emboli paru almarhum ditemukan pada Kamis, 6 Agustus 2018. -Baca: Sesuai kesepakatan Covid 19 untuk menguburkan Walikota Banjarbaru, hanya 20 orang yang bisa dimakamkan

Bacaan: Walikota Banjarbaru Meninggal Dunia karena Covid-19 dan dikarantina selama 2 minggu. Istrinya juga terkena

Ia mengatakan pada Senin (10/8): “Hingga Minggu pagi kondisinya masih merugi. Namun, sekitar pukul 10.00 WITA pada hari Minggu, kondisinya mulai memburuk. Keadaan membaik. , Tapi turun lagi setelah satu malam. “- Suasana pemilu membuat proses pemakaman almarhum Wali Kota Banjarbaru H. Nadjmi Adhani di Tai kaya dan penuh warna. Senin (10/8), Benjabaru (Mangam) Bahagia) manusia.