TRIBUNNEWS.COM, Negeri Taklara-Kisah sedih itu datang dari Lama Dusu Topigawa di Desa Topigawa, Mangalgara, Kabupaten Takaral, Provinsi Sulawesi Selatan.

Seorang siswa sekolah dasar berusia 12 tahun bernama Muhammad Bil Sabri Rahmat tidak sama dengan anak-anak seusianya. — Baca: Meski George Floyd dinyatakan positif menyandang mahkota, dia tidak meninggal karena Covid-19.

Saat pulang sekolah, anak-anak biasanya bermain di luar daripada bermain untuk anak laki-laki yang dipanggil “Babil”. — Dia harus menjaga orang tuanya di gubuknya, desa kecil Lama Topigawa, Desa Topigawa di Negara Bagian Mangala, dan Kabupaten Takaral di selatan Sulawesi. – Ibunya Karannua Daeng Sunggu (43 tahun) lumpuh total akibat infeksi tulang selama 8 tahun. – “Ibunya tidak bisa berbuat apa-apa hingga membuat tangannya gemetar parah akibat infeksi tulang,” kata Supianna, tetangga Barbier, dalam sambutannya kepada Kompas.com, Kamis (6/6/2020). -Ayahnya Kamaluddin Daeng Beta (39 tahun) juga lumpuh akibat kecelakaan sejak Desember 2019.

Meski punya anak lagi, Barbier harus memenuhi semua kebutuhan sehari-hari keluarga .- “Dia Semua anak yang bekerja, termasuk kamar mandi orang tua, ‚ÄĚkata Supiana. Tidak pernah ada kehidupan yang lebih baik.