Surabaya, TRIBUNNEWS.COM-Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sujud kepada para dokter dalam audiensi yang digelar di Balaikota dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya, Senin (29 Juni 2020).

Tidak hanya Risma menyusut, Risma juga berteriak kepada pejuang melawan Covid-19. –Bahkan Risma berlutut di depan salah satu dokter sampai dia menangis. Hal-hal yang berkaitan dengan kepenuhan lingkungan covid-19.

Dokter yang bernama Sudarsono, salah satunya lolos perawatan overload rumah sakit, dan masih banyak warga yang tidak menuruti kesepakatan .

Tiba-tiba, Risma menghampiri dokter tersebut dan bersandar lalu menangis. Ini mengganggu pertemuan untuk sementara waktu.

Bacaan: 44 Penderita Corona Positif di Pamekasan Tak Tinggal Di Rumah Sakit Dalam Isolasi dan Dianggap Covid-19 Tidak Berbahaya

Bacaan: Presiden Tak Lagi Wajibkan Covid Sendiri di Departemen dan Wilayah di Amerika Serikat Penatalaksanaan -19-Baca: Penderita Covid-19 Positif Alami Cerita Isolasi Diri, Sedih Tidak Bisa Main Dengan Anak- “Kalau Menyalahkan Kami, Kami Tidak Terima, Kami Bisa” Pergi, “Serak Risma Suaranya, mata merahnya terisak-isak.

Salah satu yang disebut-sebut sebagai pecandu total adalah dr. Soetomo Surabaya dari Surabaya.

Bahkan, kata Risma, pihaknya sudah berkali-kali ingin masuk departemen RS ke Jatim Pemerintah, tapi tidak bisa. –Partainya ingin membantu, tapi ditolak.