Bandar Lampung TRIBUNNEWS.COM-Petugas Pusat Pelayanan Komprehensif Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Lampung Timur (P2TP2A) telah melapor ke Polres Lampung. Kepada institusi di bawah kepemimpinannya.

Korban didampingi orang tua dan pendamping hukum, mengutip seorang berinisial Nf (14) di Mapolda Lamphong, warga Lamtim Way Jepara. Pada Jumat malam (3/7/2020). — “Indra Jarwadi, Kepala Ekosop LBH Cabang Bandar Lampung (20 April 2020) mengatakan:” Kami telah melaporkan adanya dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur oleh petugas kantor P2TP2A di Kabupaten Lampung Timur. Baca: Kakak Beradik Niat Perkosaan Adiknya Mulai dari Ajakan Beli Makanan, Aktor Kesepian Ditinggal Istri.

Membaca: Akibat Sering Menonton Video Porno, Kakaknya Telah Memperkosa Kakaknya Sejak 2015, dan Korban Hamil 5 Bulan.

Indra menambahkan, saat korban mengikuti program pembinaan UPT, terjadi kekerasan seksual. Itu dimulai. Masuk ke P2TP2A dalam rangka pemulihan mental dan spiritual.

Oleh karena itu, sejak akhir tahun 2019, korban harus diamankan di rumah singgah yang dirujuk oleh DA.

Namun Nf belum mendapat perlindungan yang cukup untuk menggantikannya Itu adalah jalan keluar dari hasrat seksual.