TRIBUNNEWS.COM-Seorang pria bernama Zainul Arifin (24) asal Sampang Madura merasa cedera usai dipecat bosnya.

Zainul tinggal di sebuah kost di daerah Tambak Wedi Surabaya dan bertekad untuk bertemu dengannya. Machete.

Ia kembali ke Franklin (49 tahun), warga Simorejo, Surabaya Timur, Perancis, sekaligus menyelipkan parang di balik kemejanya.

Zanur mencari dan meneriakkan nama golok tersebut dengan nada marah. Korban.

Baca: Cabuli, Pedofil Muda 19 Anak Laki-laki di Sukabumi, Ternyata Saya Korban Seks Anal di Sekolah Dasar

Bacaan: Seorang Pekerja Mengkritik Mandor 8 Kali Sampai Di Liao Lewat mawas diri, ternyata pembunuhan itu rencana balas dendam: “Waktu itu dia ketemu anaknya. Dia dianggap kerja. Putranya bilang ke bapaknya ada. Tersangka masuk dan langsung mengeluarkan parang. Dimasukkan ke baju, “kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polres Sukomanunggal (Ipt), Selasa (30/6), kata u Hadi Ismanto (Hadi Ismanto)

— kata tersangka Memegang parang, mengancam akan membunuh korban karena telah menembaknya. Iya. .

Tindakan ini tidak berlangsung lama. Korban yang ketakutan berlari ke belakang rumah dan berteriak pada pencuri.

Tiba-tiba, warga sekitar mendengar teriakan dan bergegas menuju rumah korban.

“Tersangka panik dan keluar rumah. Anak perempuan korban mengejarnya. Warga juga mengejarnya. Parangnya dilempar ke ubin rumah tinggal. Dia berusaha kabur tapi tertangkap, tambahnya. Residen, sampai dia ditangkap oleh massa .

– Setelah ditangkap, warga kemudian menyerahkan Zainul ke polisi. Ia terluka .

“Saya ditangkap tanpa alasan Diusir. Saya bisa membayar. Saya hanya berniat mengancam untuk memulihkan diri, “akunya. Tahun 1951, saya punya senjata tajam (TribunJatim.com/Firman Rachmanudin) -tulisan itu dimuat di Tribunjatim.com dengan judul” Sakit Hati Jegala Ada. Pemberhentian, Orang Madura (Orang Madura) menggiring Parang mengejar bosnya di Surabaya. “Selesai