TRIBUNNEWS.COM-Guru di Bali membuat marah guru pembimbing.

Alasannya karena guru diduga mengunggah video tidak etis ke grup WhatsApp pembimbing siswa.

Seperti kita ketahui bersama, guru tersebut mengajar di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kintamani. Kabupaten Bangli, Bali.

Baca juga: Penganggur yang ingin memperkosa seorang guru mengaku dianiaya: Saya tergoda dan saya minta maaf

Mengenai hal ini, polisi menjelaskan bahwa guru tersebut meminta maaf dan mendapat permintaan maaf dari guru (Disdikpora ) Sanksi pelatih oleh Biro Pendidikan Olahraga Pemuda. ).

Secara kronologis Kepala Disdikpora-Bangladesh Pendidikan Jasmani Remaja (Disdikpora) I Nengah Sukarta menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat guru menerima video tidak etis dari organisasi lain WhatsApp. Bersamaan dengan itu, guru juga ingin membuat video bahan melukis.

Setelah membuat video gambar, dia berencana untuk mengirimkannya ke grup WhatsApp siswa.

Lihat juga: Dalam materi pembelajaran, guru di SD Bangli memilih konten yang salah, jadi ia mengirimkan video tidak etis tersebut ke kelas Australia Barat — Namun, guru mengompresi video yang tidak etis tersebut, dan Ia mengirimkannya kepada kelompok wali siswa kelas 3 SD yang ia bantu.