PONOROGO’s TRIBUNNEWS.COM-benar-benar orang yang nekat, namanya diambil dari singkatan ES (32) Ponorogo di Jawa Timur.

Hanya dengan nomor HP seorang siswa SMA di Ponorogo, ES berani berpura-pura menjadi guru pendidikan jasmani dan memerintahkan siswa yang berhasil tersebut untuk menjebaknya agar lari, lalu merampok tas sekolahnya.

Karena orang tua siswa melaporkan bahwa ES aman dan ES adalah penduduk Desa Polorejo di Kabupaten Ponorogo Kecamatan Babadan. Disediakan oleh personel Polres Ponorogo.

Baca: Desy Ratnasari Tanya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim Soal Nasib Guru honorer K2

Kapolsek Ponorogo AKP Haryo Kusbintoro menjelaskan, ES mengaku sebagai guru penjas. Di sebuah sekolah menengah umum di kabupaten Ponorogo, ia ditemukan membawa handphone milik siswa yang ditipu.

“Awal Sabtu (5 September 2020), seorang pembimbing siswa melaporkan bahwa ponsel anaknya dirampas oleh seseorang yang mengaku sebagai guru penjas,” kata Haryo Kusbintoro, Rabu. (09/09/2020). -Pertama, saya menggunakan sapu untuk menghubungi siswa, saya menggunakan WA, SMS atau telepon untuk mengajak siswa datang ke lapangan Kodim Ponorogo.

“20 siswa takut. Pandemi Covid-19,” lanjut Kusbintoro. .

baca: Kaesang Pangarep yang Hampir Diselingkuhi Sebenarnya Diolok-olok: Hati-hati Saat Kamu Pukul Dia Keluar Rumah

Karena Dia Terus Diserang Teroris, Dan Akhirnya Putuskan untuk Memiliki Tiga Murid, Dan Salah satunya Membawa HP.

“Usai pertemuan, korban disuruh lari satu atau dua lap, lalu penyerang mengambil tas yang dibawa korban dan melarikan diri,” lanjutnya. Tas berisi ponsel, jaket, dan botol minuman.

Kuspintoro mengaku: “Setelah ada laporan dari guru, Dinas Pendidikan kepada wali murid, polisi memanfaatkan calon korban untuk mencari pelaku kencan di Lapangan Keniten.

Akhirnya, Kepolisian Ponorogo menangkap ES di Lapangan Keniten. Penulis ES mengaku kepada saya bahwa ia mendapatkan nomor kontak korban dari seorang mahasiswa di kampusnya. (Sofyan Arif Candra Sakti) -Artikel ini pernah dimuat di surya. Di co.id judulnya siswa apung embat ponorogo, 20 siswa teroris, jadwal guru pendidikan jasmani palsu di antara wali siswa terganggu