TRIBUNNEWS.COM, Kato-Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi langganan Kalteng (Kalteng).

Tapi sepertinya hantu itu akan segera berakhir di tangan dingin Ir Ben Brahim S Bahat. Kedua penguasa Capuas ini melahirkan inovasi-inovasi dalam menghadapi bencana tahunan.

Dan ide yang diajukan adalah yang pertama kali di dunia.

Baca: Konon Kebakaran Hutan Tangkuban Parahu Dikatakan Akibat Panas Bumi, Begitulah Langkah Perhutani-Ben Ungkap Cara Mengatasi Karhutla dengan Membuat Jenis Turbin Angin atau Baling-Baling Tertentu .

Baling-baling menggunakan angin untuk memompa air agar air tetap mengalir.

Menurutnya, sumber air tersebut pernah digunakan untuk membasahi rawa gambut waduk yang dibangun. -Jadi lahan gambut akan tetap basah bahkan pada musim kemarau. – “Karena lahan gambut mirip spons, maka bila disiram air, kondisinya akan basah meski di musim kemarau,” ujarnya, Jumat (11/9/2020).

Baca: Angin kencang di Aceh diperkirakan berlanjut hingga 12 September. Waspadai kebakaran hutan. Saat memasuki musim kemarau, jenis irigasi ini dapat mengatasi masalah ketersediaan air.

Selain itu, Ben mengatakan inovasi ini merupakan yang pertama di Indonesia dan dunia.

Ini mengundang siapa saja yang ingin menggunakan ide mereka bersama untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Cara ini dinilai murah.

“Yang terbaik adalah tenggelam, sehingga terus memompa air untuk membasahi tanah, atau menggunakannya di tanah.” Ben. Dikatakan pula, prestasi yang diraihnya terkait dengan penemuannya yaitu penguasaan hak paten (hak cipta) nasional dan internasional di bidang konstruksi jembatan.