Wartawan Tribun Lampung Muhammad Joviter melaporkan-Bandar Lampung-terpidana mati Ooi Swee Liew alias Asoh tewas saat menjalani hukuman di Lapas Wanita Kelas II A Bandar Lampung, Rabu (2020) 8 Mei).

Warga negara Malaysia ini meninggal saat menjalani perawatan di RSUDAM.

Sebelumnya, Asoh memiliki riwayat diabetes.

Akhirnya sebelum dipulangkan ke RSUDAM, Aso Taro mengeluh kehilangan penglihatannya karena sakit beberapa tahun lalu. Setyo Pratiwi, Kepala Wanita Bandar Lampung II Kelas A, mengatakan Asoh meninggal beberapa jam setelah dirawat di rumah sakit.

“Sore hari dia mengeluh tidak bisa melihat. Kami bawa ke rumah sakit untuk dirawat,” kata Prativi, Sabtu (8 Agustus 2020).

Baca: Trik Showroom Mobil Mantan Anggota DPRD Lampung dan Tangkap Perempuan

Bacaan: Penjelasan Lengkap Terpidana Mati Djoko Tjandra oleh Kejaksaan Agung

Dia menjelaskan bahwa Meiko Aso divonis sekitar 3 tahun sejak dipindahkan dari Lapas Pondok Bambu pada 2017.

Pratiwi menuturkan, Asoh sudah sering mendapat perawatan dan pengobatan.

Diabetesnya sering kambuh, yang membuat kesehatannya tidak stabil.

Atas permintaan keluarga, pengacara mereka mengkremasi jenazahnya di krematorium di Lempasing pada Jumat (8 Agustus 2020).

Saat ini, timnya masih menunggu keluarganya untuk mengumpulkan abu para penjahat yang dikremasi.

Pratiwi mengatakan permintaan keluarga tersebut dibatasi oleh semua pihak termasuk Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.

“Kami ditinggalkan di krematorium. Kami masih menunggu pihak keluarga untuk membawanya kembali ke negara asalnya,” jelasnya.

Artikel ini telah diposting di tribunlampung.co.id dengan judul terpidana mati di penjara wanita Malaysia, mengeluh tidak bisa melihat