KEBUMEN TRIBUNNEWS.COM-Seorang mahasiswa asal Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, berinisial AJ (20) ditangkap karena ikut serta dalam aksi protes “Kerja Penegakan Hukum” pada Jumat (10/9/2020). menangkap. -Alasannya karena AJ dicurigai sebagai distributor Hexymer atau yang biasa dikenal dengan pil koplo. / 10/2020).

Selama penangkapan, polisi menyita sedikitnya 480 pil coplo yang disimpan dengan hati-hati di dalam toples.

Selain itu, polisi juga menyita tiga paket pil Hexymer yang disimpan dalam klip plastik transparan. Berisi 10 pil.

“Tersangka mengaku mendapatkan pil coplo dari seseorang melalui pembelian online. Harga masing-masing toples 360.000 rupiah,” jelas Rudy. Brands, Kebumen, 22 tahun, ditangkap polisi – lihat juga: Pembuat bubur keliling Mojokerto rupanya kecanduan pil Koplo dan membantai ibunya hingga meninggal – tersangka mengaku harga per toples pil yang dijual Mencapai 5 juta rupiah. -Dia menjual pil ke teman-temannya seharga 50.000 rupee per bungkus.

“Iya pak, ini sisa penjualan pil Hexymer. Kurang lebih saya jual sejak Juli 2020. Tersangka ada 5 kaleng AJ bilang:

AJ karena Diadili atas perbuatannya, Pasal 196 Jo ayat 98 (2), (3) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Republik Indonesia, yang mengatur tentang kesehatan dan diancam dengan pidana penjara hingga 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. Diterbitkan di .com dengan judul “Niat Gabung Demonstrasi Hukum Komprehensif, Mahasiswa Ditangkap Karena Jual Narkoba Koplo”