TRIBUNNEWS.COM-Dr Moewardi Solo, seorang pasien virus Corona pria berusia 59 tahun yang meninggal di ruang isolasi RSUD, mengeluhkan batuk, pilek dan demam .— Pasien yang meninggal setelah beberapa hari perawatan meninggal pada hari Rabu (3 Maret 2020) .– – Sebelumnya, setelah menghadiri seminar keliling di Bogor, Jawa Barat, pasien di bawah pengawasan (PDP) Covid 19 atau Corona Virus mengeluh batuk, pilek dan demam .

Spesialis paru Moswardi Solo Ha Moewardi Solo menyatakan bahwa dua pasien PDP yang telah dirawat tidak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri dan tidak memiliki kontak dengan orang asing (orang asing) -tapi, sebelumnya, mereka berdua berpartisipasi di Bogor dari 25 Februari hingga November Seminar digelar 28 Februari 2020-Lalu, pada 29 Februari 2020, ia mengeluh batuk, pilek dan demam hingga ia dirawat di rumah sakit setempat.

Selain itu, karena demam 38 derajat, ia dirujuk ke Rumah Sakit Daerah Moewardi pada tanggal 8 Maret 2020, dan menerima perawatan isolasi PDP. .

Satu pasien masih menerima perawatan di ruang isolasi, tetapi satu pasien meninggal pada pukul 13:00 UTC pada hari Rabu (11 Maret 2020).

Kematian disebabkan oleh kegagalan pernapasan atau pneumonia, “kata Hasini pada konferensi pers di Biro Kesehatan Pusat Jawa, Kamis (12/12/2020).

Baca selengkapnya Lebih lanjut >>>