TRIBUNNEWS.COM-Gilang, penulis jimat berbahan kain, ditangkap polisi di Desa Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah pada Kamis (6/8/2020) siang. – — Gilang baru ada di sini usai ditangkap. Saat seorang mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) dipecat, ia baru bisa pasrah jika polisi datang.

Saat dia ditangkap, dia tidak membalas. –Saat ditangkapnya Gilang, Polda Jawa Timur dibantu oleh Polda Kalimantan Tengah dan Kapolres Konsorsium Kapuya. DO Gilang Perdana Menteri Gilang Kain Jarik Fetish, Keluarganya Terima Putusan Unair-Baca: Kasus Gilang Fetish Jarik, Orang Tua Mundur dan Meninggalkan Anaknya dari Sekolah, Korban Lain Mengungkap Fakta Baru-Penangkapan Gilang Langsung Disebabkan Ketua Resmob Iptu Iptu Arif Risky (Iptu Arif Risky) dan tiga anggota. – Meteka datang dan berkoordinasi dengan bagian Reserse Kriminal Kapuas . -Gilang ditangkap oleh polisi atas dugaan pelecehan seksual fetish dengan kedok penelitian ilmiah. Setelah dibawa polisi, Gilang langsung dibawa ke RSUD Kapuas untuk dilakukan rapid test virus Corona (Covid-19), namun tidak ada tanggapan.

Kini Gilang, penulis jarik baju jimat, dibawa ke Polres Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Bukti yang didapat adalah ponsel miliknya. Penulis.

Bacaan: Gilang Jarik Cloth Membungkus Pemeran Jimat, Singkirkan Dosa, Dan Pasrah Orang Tua

Bacaan: Apa Kata Psikolog Tentang Gilang, Curigai Wujud Fetisisme Jarik Kain, D “Lainnya Kemungkinan pelanggaran