TRIBUNNEWS.COM-Sebuah keluarga asal Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah terjangkit virus corona.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengungkapkan fenomena tersebut.

Peningkatan kasus terakhir ini berdasarkan hasil penelusuran pasien pria positif dari Desa Sokaraja Kulon, Jalan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.

Tiga lagi pasien positif ditemukan dari tindak lanjut.

Bacaan: Baby Corona Positif Karena Dicium Orang, Beberapa Orang Meninggal Usai Dibawa Covid-19

Bacaan: Corona Umur 10 Bulan Dites Positif Menanggapi Berkabung dan Dicium Pelayat

“Ada tiga pasien di kelompok Sokaraja Kulon. Kakaknya tinggal di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor,” kata Hussein, Jumat (26 Juni 2020).

Hussein mengatakan bahwa sejak kemarin, pihaknya telah melacak geng tersebut. Pihaknya mengambil belasan sampel dari orang-orang dari dirinya atau istri dan anak-anaknya.

“Hari ini akan kita tindaklanjuti dengan kontak dekat lainnya. Oleh karena itu kita harus menarik satu persatu agar sebenarnya tidak ada cabang. Tetap,” kata Hussein.

Menurut Hussein, saat ini terdapat tiga kelompok personel kehumasan Covid-19.

Baca: Daerah Lain Rawan Corona (Corona), 8 Desa di Ambon Dikatakan Bebas Wabah Covida-19-Baca: Penyebab Virus Corona di Jawa Timur, Presiden Yokowi Oleh karena itu daya tariknya – kecuali untuk cluster Sokaraja Kulon, yaitu cluster desa Kober di kabupaten Purwokerto Barat dan cluster desa Bancarkembar di Purwokerto Utara. Hussein juga menyampaikan kabar baik.

Ia mengumumkan bahwa 36 pasien positif di cluster Gowa telah dinyatakan sembuh.

Telah disembuhkan, yang berarti kita dapat menutup cluster atau menganggapnya selesai. Sejauh ini tercatat 76 pasien positif, 64 pasien dalam masa penyembuhan, 8 pasien masih dalam pengobatan dan 4 pasien meninggal (Kompas.com/Fadlan Mukhtar Zain)

Artikel ini dimuat di Kompas.com dengan judul “Keluarga di Banyumas Mahkota Positif, Jumlah Pasien 76”