TRIBUNNEWS.COM – Gadis-gadis SMA Sumatera Barat dari Sipasaman sangat ingin memiliki anak sendiri.

Ini baru terungkap setelah warga menemukan bayi yang meninggal di daerah Nanrao, Minggu (16/2/2020) siang.

Dilaporkan oleh Kompas.com, tubuh bayi pertama kali ditemukan oleh Syafriandi, dan tubuh itu terurai dalam aliran kolam.

Penduduk setempat kemudian melaporkan ke polisi dan melakukan tempat kejahatan di tempat kejadian. — Membaca: Polisi di Kota Sidpo, Yogyakarta menangkap 6 perampokan dan pencurian

D Setelah memberikan kesaksian di tempat kejadian dan bersaksi, dapat dipahami bahwa tubuh bayi tersebut ditinggalkan oleh orang tuanya sendiri dan mereka masih Sipa Siswa sekolah menengah Saman memiliki SHF (18).

Polisi juga menangkap SHF ketika mereka kembali pada Senin (17/2/2020). Ini adalah rumah mereka setelah latihan lapangan yang diselenggarakan oleh Sekolah Batusangkar di Rao, tepatnya di Tambu Jorong Rorong di Tanah Datar Kauman Di depan restoran.

“Pelakunya sekarang adalah alat yang aman. Diduga darahnya dianggap sebagai hubungan antara bayi dan saudara perempuannya.” Wakil Asisten Polisi Komisaris Pasaman Hendri Yahya mengatakan, dia berada di Kompas.com pada hari Selasa (18 Februari 2020) Hubungi dia. Hendry berkata: “Kami sedang menunggu hasil otopsi dari bayi yang dibuang ke rumah sakit.” – Mengaku terinfeksi oleh saudaranya-halaman berikutnya >>>