Reporter Tribunnews.com Ilham Rian Pratama melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Lili Pintauli Siregar, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), turut serta dalam penandatanganan Memorandum of Agreement (MoU) tentang penggunaan aset antara kedua pihak. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan PT Pertamina (Persero) menandatangani kontrak dengan Pemerintah Bupati Barito Timur. ——Penandatanganan penandatanganan dilakukan di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah pada Kamis (27 Agustus 2020). Yang ini. Setelah itu kami akan terus pantau implementasinya, ”kata Lili dalam keterangannya, Kamis (27/8/2020).

Penandatanganan dilakukan usai rapat yang digelar pada awal Agustus 2020. PT Pertamina (Optimalisasi Penggunaan Persero) Aset berupa jalan raya yang terletak di Desa Bentot, Kecamatan Petangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, hingga Desa Telang Baru, Kecamatan Paju Epat, Kawasan Polipachi Timur, dan di Sungai Baru, Patai Telang, Kabupaten Barito Timur Angkutan Khusus Angkutan Pertambangan, Perkebunan, dan Hasil Pertanian di Kabupaten Barito Timur. Aset jalan sepanjang 60 kilometer minimal bernilai Rp 200 miliar.

Baca: Anggota DPR Soal Kerugian Pertamina Lebih dari 110.000 100 juta -penggunaan aset tersebut seharusnya memiliki efek multiplier ekonomi, diperkirakan sekitar Rp5,7 triliun, sehingga diharapkan dapat memulihkan perekonomian Kalteng dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya pasca pandemi Covid-19. Hanya saja BUMN yang bergerak di bidang ini perlu menjalin kerjasama dan kerjasama dengan semua pihak terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pertamina harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan pembinaan kepada UMKM Kalimantan, karena Pertamina merupakan bidang yang sangat penting, kata Nick , Kawasan tersebut seluruhnya tercakup dari hulu hingga hilir.