TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU-Lusinan remaja benar-benar memutuskan untuk berbelanja dengan panik di kota Pekanbaru, Riau, alih-alih tinggal di rumah dan belajar untuk mencegah epidemi virus corona atau Covid-19, yaitu Sabtu (11/4/2020) malam. Akibatnya, para remaja ini dibawa pergi oleh polisi. ----------------------------------------------------- -Kami melindungi Jalan Arifin Ahmed di Kota Pekanbaru. Emil mengatakan kepada Kompas.com dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Minggu (12 April 2020).

Baca: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kembali dari rumah sakit, tunangannya berterima kasih kepada National Health Service (NHS)

Baca: Usi Suristeva khawatir tentang wabah virus korona Selama kehamilan, sekarang periksa setiap dua bulan

Baca: Corona Mewabah, Kyai Gontor mengundang orang untuk bertobat untuk diri mereka sendiri, lagu itu disebut Come Come

Selain penulis yang dilindungi oleh remaja biasa, pihaknya juga menyita Bukti menunjukkan bahwa 10 sepeda motor yang digunakan untuk kompetisi ilegal tidak menemukan semua kendaraan. Sepeda motor penyerang dipasang di Kepolisian Lalu Lintas Kepolisian Kota Pekanbaru.

Emil (Emil) menjelaskan bahwa balap ilegal dimulai dengan laporan orang-orang yang mengkhawatirkan perilaku anak muda.

Selain itu, balap mobil ilegal dilakukan selama epidemi virus korona. – Petugas dari Departemen Transportasi Kepolisian Pekanbaru kemudian berkoordinasi dengan Kantor Polisi Bukit Raya dan mengambil tindakan terhadap para pelaku. Emil berkata: “Setelah mengunjungi tempat kejadian, kami menemukan beberapa pelaku kompetisi ilegal. Pada saat itu, kami segera membubarkan tindakan kami. — Setelah menculik 15 pelaku dan menyita 10 sepeda motor ilegal Setelah tim balap, para petugas terus melakukan patroli hingga dini hari dengan harapan mengantisipasi pembalap ilegal lainnya .

Artikel ini berjudul “Tidak Dipelajari” di Kompas.com di rumah saat pecahnya korona. 15 Remaja bahkan berani berlari liar “