TRIBUNNEWS.COM-Dua hari sebelum ditemukan tewas, seorang wanita hamil bermarga LNS (23) mendatangi rumah kekasihnya.

Kekasihnya yang bernama belakang R (22) itu berada di Keluruhan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Pada Kamis (7 Juli 2020), LNS mengunjungi rumah kekasih sekitar pukul 17.00. WITA .

Wanita hamil itu mengobrol panjang dengan kekasihnya.

Sampai percakapan antara dua yang terakhir selesai. LNS menolak sengketa bahwa R diperbolehkan bepergian ke Bali selama dua hari. Karenanya, ia bertengkar dengan kekasihnya saat kuliah di fakultas hukum Universitas Mataram.

“Korban mengancam akan bunuh diri dengan pisau, dan mengancam akan memberi tahu orang tua penyerang bahwa korban sedang hamil,” kata Kombes Pol Artanto, Kepala Humas Polri. Demikian disampaikan dalam jumpa pers yang digelar pada Jumat (14 Agustus 2020) di Muar Mataram (Mapo lres Kota Mataram).

Mendengar ancaman tersebut, R mencoba menenangkan sang kekasih. Setelah menenangkan diri, saat R menerima telepon dari orang tuanya, perselisihan kembali mengemuka. ……………………………….