Laporan Pengadilan Pontianak mengadili Juliancia-Bloomberg TRIBUNNEWS.COM-Brigade Polisi Seluler Kalimantan Barat melakukan intervensi di 8 rumah dan 7 area pengembangan PT Pelindo II PT di mana pasukan gabungan terus melakukan eksekusi Proses implementasi.

Alat berat juga digunakan untuk menghancurkan banyak rumah di Sungai Kunyit.

Tidak kurang dari 600 orang dikerahkan untuk mengeksekusi tanah yang terdiri dari Kepolisian Republik Indonesia dan Sat Pol PP.

Tim campuran terdiri dari Kodim 1201/100 Mpw, 220 Mempawah polisi, 100 Brigade Barat, Brigade 643 / Wns 50, Yonzipur 6 / SD 50, Yonmaharlan XII Mempawah 40 40 orang dengan Satpol PP Mempawah. -Selama eksekusi rumah pertama di Sungai Kunyit, perlawanan masyarakat dan pemiliknya kecil.

Alasan untuk ini adalah bahwa penggantian yang dilakukan oleh Pelindo tidak tepat.

Penembakan secara paksa akan dilakukan oleh tim gabungan dengan sekelompok relawan yang membantu membersihkan isi rumah. IPC menghormati prosedur pembebasan tanah untuk pembangunan Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat yang didirikan oleh Pengadilan Negeri Mempawah. IPC berharap untuk membersihkan 8 bangunan dan 7 lot (milik 15 daftar). Nama (penduduk) dapat berjalan dengan lancar.