TRIBUNNEWS.COM-Pasangan menikah yang dimulai dengan T (45) dan R (24) telah ditemukan menjual daging sapi atau hutang yang dicampur dengan daging babi.

Sekitar jam 8:30 malam pada hari Jumat, kedua orang itu ditangkap oleh Tim Investigasi Kriminal Kepolisian Distrik Cimahi (26/6/2020). WIB

— Hal ini diungkapkan oleh Bpk. AKBP Yoris Maulana Yusuf Marzuki, Kepala Departemen Kepolisian Cimahi.

Menurut penjelasan, pengungkapan ini berasal dari informasi publik terkait dengan penjualan daging babi liar di Padaralang di bagian barat. Kabupaten Bandung.

Polisi kemudian melacak informasi sampai mereka akhirnya menangkap T dan R di kediaman Padalang.

Untuk polisi, pasangan itu mengklaim telah menjual babi yang mereka dapatkan dari pemburu babi sejak 2014. –Baca: Kirim, Paman Ayamo John Kei mengungkapkan bahwa ia mengunjungi di Nus Kei pada tahun 2017

Baca: Siswa pembicara Uniba Solo, Perdana Menteri Pramon Hardy ( Pramono Hadi), seorang pemburu dari wilayah tersebut, juga dikatakan oleh Yorris.

Pada saat yang sama, pasangan ini memiliki pelanggan tetap kami, mereka tersebar di beberapa daerah di Jawa Barat.

Mereka sering memesan babi hutan dalam jumlah yang berbeda selama sebulan.

“Mereka mengklaim menjual (babi hutan) ikmalaya, Purwakarta, Cianjur dan Bandung di berbagai daerah termasuk Tas (Tas),” kata Yoris.