Tribunnews.com-Muhammad Bisri Mustafa Aswad Aris Argus (32 tahun), salah seorang pengurus pondok pesantren, mengaku keinginan fisiknya tak terpenuhi karena nama perempuan itu hamil. -Untuk beberapa alasan, “Agus Moln dari Keputusasaan” (Agus Moln), ini adalah tujuh anak di bawah umur Sani.

Lokasi Pesantren terletak di Kecamatan Makmur Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Baca juga: Presiden perusahaan Cabuli 7 Santri Ponpes, fashion teaching orang tua lift lift Amalan, ibu hamil tua

Oskandar, Kapolsek Okinawa AKBP Alamsyah Peluppessy, yang melintasi Ko Reskrim, mengatakan kepada polisi bahwa kecelakaan itu terjadi Penulis menuturkan istrinya sedang hamil tua sehingga pada Kamis (26/26/2020) tidak ada kebutuhan fisik yang ia alami. .

“Untuk membujuk penulis untuk berbuat curang, dia ingin mengajarkan praktek ini agar mereka (Santru Rouge) dapat menghidupi orang tua mereka, tetapi dengan syarat”, dimana pelaku menipu korban di bawah umur. -Disebut oleh Amir, Korgba N, dan dimulai dengan singkatan er (15), RA (14), SM (14), RPA (16), SL (16), ER (15) di (17). Dia menjelaskan bahwa salah satu dari mereka sudah lama dilecehkan oleh pelaku. Dia menjelaskan: “Sejak April 2020, satu dari tujuh korban ini telah dibebaskan, dan sisanya akan dieksekusi hingga 11 Oktober, sekitar pukul 11:00 oleh Bank Dunia. . -Dia Menjelaskan. Diduga, pelaku juga mengaku pernah melecehkan korban satu kali. -Meski hanya sekali, namun perilaku pelaku sangat terpuruk dan dapat mengganggu kondisi psikologis anak, ”ujarnya. -Sejak saat itu hingga saat ini, korban berada di Dinas Perlindungan dan Tenaga Wanita (DPPPA) Kabupaten Okinawa. oleh psikolog dan konselor