Bangkulu TRIBUNNEWS.COM-Badan Reserse Kriminal dan Kriminal Polres Bangkulu Cabang Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) mengungkap perdagangan organ dan kulit harimau Sumatera.

Hasilnya, organ dan kulit ketiga pelaku perdagangan harimau sumatera ditangkap kemarin (21/12/20).

Combus Pol Sudano, Kepala Humas Polres Bangkulu, membenarkan pengungkapan dan penangkapan ketiga pelaku tersebut. -Mereka adalah BB, SOH, dan warga Keec Tanjung Change. Padang Guci Kab. Kaur dan SB (broker), warga Ds. Kabupaten Landau Banjangk Semidang Aras. Seluma .

“Ketiga orang tersebut ditangkap kemarin (Senin, 20/12/21) di JL, Kecamatan Sulau, Kabupaten Bengkulu, selatan WIB. Raya Bengkulu-Manna Ds.Sulauwangi ditangkap,” kata 14/2020). dalam pernyataannya.

Baca juga: Operasi Pekat Nala 2020, Polsek Bintulu Selatan Sita 115 Liter Tuak

Sudarno menjelaskan, pengungkapan berawal dari informasi publik yang mengabarkan ada orang yang akan mengambil harimau Sumatera. Badan Reserse Kriminal dan Reserse Kriminal Polres Bengkulu bekerja sama dengan Kompleks Mukomuko dan Polsek BU (TNKS Kerinci Seblat) melakukan pengintaian-21 Desember 2020, WIB sekitar pukul 11.15 WIB pada Senin, di kawasan Raya. Tol Bengkulu-Manna Ds. Tim gabungan menemukan tiga pengendara sepeda motor memegang dua tas di Surawangji, Kabupaten Surao, Kabupaten Bangkulu Selatan.

Tas pertama berisi tulang, sedangkan tas kedua dianggap kulitnya dilindungi oleh Harimau Sumatera (Pantera tiger sum). “Ketiga tersangka kami berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Pasal 40 ayat 2, dan Pasal 21 ayat 2 huruf b tentang perlindungan sumber daya alam dan ekosistemnya dipidana dengan pidana penjara paling lama lima (lima) tahun dan denda paling banyak 100 juta rupiah (satu miliar rupiah). Kata Sudano.

Adapun barang bukti yang disita dari ketiga tersangka, antara lain tas penuh tulang dan tas penuh kulit, diduga kulit harimau sumatera dengan sepeda motor.