Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Warga negara Papua Willem Frans Ansanay mengatakan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat.

Menurutnya, karakteristik tanah Papua berbeda dengan daerah lain.

Dia mencontohkan, luas wilayah Papua sama dengan luas sebuah provinsi di pulau Jawa.

“Papua perlu ditanggapi dengan serius, terutama di bidang kesehatan. Hanya saja Papua masih banyak masalah, dan provinsi lain masih kekurangan daerah sekitar provinsi. Proporsi bidang kesehatan harus 15%. Bidang kesehatan bisa menjadi 25% atau 50%. Sektor infrastruktur bisa menggunakan alokasi anggaran lain. “Jumat (20 November 2020) webinar bertema” Mewujudkan Kesehatan di Papua Melalui Dana Swadaya Masyarakat ”

Willem mengatakan karena fasilitas kesehatan yang terbatas dan terpencil menjadi kendala dalam pelayanan kesehatan.

Lihat juga: Para cendekiawan di Papua mengatakan bahwa Dana Khusus Pemerintah Sendiri tidak ada alasan untuk gagal-karena alasan ini. Salah satu solusinya adalah dengan memperluas wilayah Papua.

Amandemen Undang-Undang Nomor 21 (UU) Tahun 2001 melibatkan Daerah Otonomi Khusus (Otsus) Papua dan menyangkut banyak aspek. Di antaranya, memperkuat rencana pemekaran daerah Papua atau pemerintah provinsi (pemprov). – “Pasal 76 tentang pemekaran wilayah Papua sudah selesai. Diharapkan perluasan pelayanan kesehatan lebih cepat, tepat, dan memudahkan masyarakat untuk merasakan”, mantan ASN DKI Jakarta itu mengumumkan.

Ia mengungkapkan jika teriakan kaum milenial berbeda dengan jeritan pemerintah Indonesia, jangan salahkan mereka.