Madagascar TRIBUNNEWS.COM-Seorang pemuda dari Kabupaten Tana Toraja (Sulawesi Selatan) Rantetayo dari Sulawesi Selatan (Sulawesi Selatan) sebenarnya meninggal karena sengatan listrik. — Peristiwa malang yang dialami pemuda ini terjadi pada Minggu (10/5/2020) siang di sawah dekat Pa’Pa’Kendek di Dusun Tina, Dusun Rantetayo.

Kepala Kepolisian Saluputti AKP Martinus Pararuk menjelaskan urutan waktu kejadian.

Menurutnya, Febrianus dan ketiga koleganya mencari belut di sawah.

Baca: Potret Ruben Onsu di sudut mewah rumah barunya di Pondok Indah, seperti istana yang lengkap

Baca: Berita Ligue 1 -Stadion dimulai Unkempt & Persebaya Defender dapat memanggil bola dari dokter

Baca: La rupiah menguat di Rp hari ini. Setelah lima bank menukar dolar AS dengan nilai tukar 14.936 dolar AS, sekitar jam 4 sore waktu Indonesia Barat, tiga rekan kerja lelah dan bersiap untuk pulang.

Ketika Fibrianus terus mencari belut.

“Pada saat itu, Fabrianus menyalakan generator lagi, jika dia memegang generator, alat tangkap dan setrum listrik”, katanya .— Setelah sengatan listrik, Febrinaus segera jatuh di lapangan.- — Seorang rekan, Austin, untuk menyelamatkan Febrinus .

Ketika dua rekannya buru-buru memanggil petugas kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat Rantetayo. Dia mengatakan: “Kami telah meminta banyak saksi untuk bersaksi untuk menyelidiki insiden tersebut untuk menentukan apakah ada pelanggaran pidana.” (Tommy Paseru) -Artikel ini diposting di tribun-timur.com dan berjudul When Looking for Eel Kronologi pemuda Rantetayo yang terbunuh,