TRIBUNNEWS.COM – Keluarga tidak menerima pasien yang meninggal karena tumor otak dan dimakamkan oleh serangan Covid-19.

Keluarga pasien membawa lusinan orang ke Rumah Sakit Medan.

Dalam video tersebut, akun Instagram mengunduh @viral_updates pada Selasa (9/6/2020), mereka mengatakan bahwa rumah sakit belum memberi tahu keluarga pasien.

“Pasien kanker itu bernama 19 tahun, seorang pasien tua Covide. Sayangnya, JENAZAH dimakamkan tanpa mengeluarkan pemberitahuan rumah sakit kepada keluarga korban,” tulis akun itu.

Seorang pria bertanya lokasi pemakaman, apakah pasien benar-benar mati. Dia berkata: “Anda menguburkan keluarga seseorang yang tidak Anda kenal. Anda dapat mengisinya jika Anda mau.” “Dia tidak tahu di mana orang tuanya, apakah mereka mati atau tidak, apakah mereka dimakamkan atau tidak,” lanjutnya. Mengatakan. Kemeja oranye.

Dia menunjukkan bahwa pria dalam keluarga pasien yang mengenakan kemeja putih membantah bahwa pasien tersebut memiliki Covid-19

“Saya menderita tumor bukan Covid, Anda adalah apa yang dia katakan.”

“Apa tumor ini, kami mencari itu, tolong berikan kepada kami.” Kasus rehabilitasi Di provinsi Sulawesi selatan, polisi melindungi puluhan orang – membaca: tubuh PDP Covid-19 pasien PDP yang diangkut secara paksa di Bekasi mendorong tempat tidur ke taman – membaca: apa yang terpaksa diambil Tindakan mengambil korona tubuh? Pulmonolog: Pasien dengan virus yang ditularkan melalui cairan