TRIBUNNEWS.COM-Seorang pasien positif dari Corona (Covid-19) di Penjaringan di Jakarta utara melarikan diri ke Kabupaten Serang. Tidak dirawat karena itu adalah pasien tanpa gejala (OTG). Akibatnya, pasien menyebarkan coronavirus ke banyak orang di daerah pelarian.

Menurut hasil skrining pendahuluan, pasien yang melarikan diri menginfeksi 18 pasien positif sampai kerumunan baru muncul.

Baca: Pembaruan Corona Mataram NTB, Jumat, 12 Juni 2020: 8 kasus baru, total 361 kasus positif dan 211 kasus sembuh.

“Cluster Tirtayasa ditransmisikan oleh Pantaringan Jakarta oleh 1 OTG, ketika Ati mengatakan dalam pesan WhatsApp kepada wartawan, Jumat (12/6/2020):” Hasil tesnya positif. “— Karena munculnya cluster baru, jumlah pasien yang didiagnosis dengan korona telah meningkat. Pada hari Jumat, Bupati Sirang

Baca: Untuk mencegah penyebaran korona, permintaan DPRD Presiden Bekasi datang sebelum Karaoke di pusat pijat yang belum dibuka

meningkat hingga 32 pasien dalam waktu 24 jam. Tingkat kabupaten adalah 46.

40 kasus masih menerima perawatan, 5 kasus disembuhkan, 1 kasus meninggal.-Ati berkata, Selain cluster Tirtayasa, cluster lain juga membawa pertumbuhan, seperti Stadion RS kalster Rawi dan situasi lainnya .———————————————————————————————— -Kabupaten Serang adalah kabupaten keempat di Provinsi Banten, dan berstatus zona merah.

– Kabupaten lainnya ditetapkan sebagai zona merah, yaitu Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Kabupaten Tangerang.- — Artikel ini diterbitkan di Kompas.com dengan judul pelarian korona pasien dari 18 kontraktor dari Penjaringan Jakarta ke Serang Banten