Reporter TribunJakarta.com, laporan Dwi Putra Kesuma-DEBUNNEWS.COM-Kasus pelecehan seksual dengan kedok perdukunan terjadi di Depok, Jawa Barat. Pelakunya Amerika Serikat (49).

Model Amerika termasuk memerintahkan para korban untuk mandi dalam tujuh bentuk bunga di tanah untuk mencapai tujuan yang sakral dan menarik.

Korban tidak mendapatkan karakter suci yang dijanjikan, dan bahkan dipukuli oleh Amerika Serikat sampai mereka akhirnya melaporkan masalah tersebut ke bacaan: Laki-laki Debord mengaku membuka obat-obatan psikiatris, pasien mencoba membuka pakaian

Kepala polisi Chef Metro Azis Andriansyah Depok mengatakan para pelaku mengakui upacara pencucian bunga sebagai upacara keluarga. — “Dalam pengakuan itu, ia memiliki kesempatan untuk menyucikan kehidupan orang-orang dengan mencuci bunga. Tetapi setelah mandi, terutama para korban wanita diminta untuk melepaskan pakaian mereka untuk membuatnya lebih suci,” kata Aziz. Ketika kasus itu diserahkan ke Mapolrestro Depok di Pancoran Mas, Depo, Kamis (25/6/2020). Korban melepas pakaiannya dan pelaku melakukan perilaku tidak etisnya.

Membaca: Selama operasi, tamu Debord meminta para tamu untuk membuka pakaian mereka dan kemudian menyentuh tubuh mereka selama mandi- “Ketika para korban melepas pakaian mereka, bahkan jika itu adalah alasan, pihak swasta diperlakukan secara tidak adil. Itu telah berlangsung selama satu setengah tahun, “katanya.

Akhirnya, Aziz mengatakan bahwa sesuai dengan Pasal 288 Hukum Pidana, para pelaku diancam dan dihukum 9 tahun penjara.