Kuba TRIBUNNEWS.COM – Setelah tas pocong ditemukan di pemakaman Sedyo Luhur di desa Bakalan Krapyak di distrik kuno Karon di Kabupaten Gudus pada hari Kamis (Julya Fira Ayo Lesta) Nama Yulia Fera Ayu Lestari tiba-tiba menyebar. Dikatakan sebagai pembawa sihir atau bola kecil.

Menurut penelitian, nama virus tersebut adalah warga RT 4 RW 8 di Desa Karangmalang, Kecamatan Karbomal, Kabupaten Kudus.

Kepala desa Mashuri Karangmalang telah mengkonfirmasi namanya pada daftar warga.

Dia juga tahu bahwa orang tuanya adalah Junaedi (Junaedi), dia adalah seorang pengusaha.

Tapi ayah dan anak tidak lagi tinggal di rumah yang sama.

“Ayahnya sudah bercerai, dan anak ini sekarang mengikuti ibunya. Sebagian besar teman punknya juga sering bertemu di rumahnya,” jelasnya.

Yulia akan putus sekolah dan memilih kehidupan tanpa tanggung jawab orang tua.

Gadis yang lahir pada 8 Juli 2001 itu juga diundang untuk melanjutkan sekolah, tetapi itu tidak menyenangkan.

“Hidupnya sekarang dengan anak-anak punk,” katanya.