TRIBUNNEWS.COM – Walikota Tangerang Kota Arief Wismansyah mengatakan bahwa setelah menerapkan pembatasan sosial skala besar (PSBB), banyak warga negara yang masuk dan meninggalkan Jakarta. Warga Tangerang harus pergi bekerja. “” Di Daan Mogot, tampaknya masih banyak orang yang aktif di Jakarta, jadi kami akan berkoordinasi di Jakarta. “” katanya kepada wartawan di Tangerang, Senin (20/4/2020). Niat puasa dan doa puasa, bersama dengan cara membaca dan artinya

Baca: Tokoh Herwadi (Herwadi) selamat dari pop COVID-19, alih-alih menjadi tukang topeng, baca: DPR Anggota berharap bahwa pelatihan UKM tidak harus menyuburkan KKN-Arief meminta komunitas bisnis untuk mendorong karyawan untuk bekerja dari rumah. Ini diperlukan untuk memutus rantai distribusi Covid-19.

“Dapat dioperasikan di rumah, yang optimal sehingga implementasi PSBB ini dapat memutus rantai Covid -19 sebanyak mungkin,” kata Arief. — Arief mengatakan banyak pelanggaran terjadi. Penemuan ini terkait dengan penggunaan transportasi, khususnya angkutan umum.

Untuk transportasi pribadi, saya menemukan banyak pengendara sepeda motor yang selalu berkendara bersama walaupun mereka tidak tinggal di satu alamat.

Arief, yang terisi penuh dengan 50% penumpang, mengatakan hal yang sama berlaku untuk Angkot ketika meninggalkan atau kembali bekerja.

“Ada Angkot Kalideres-Serpong selama jam kantor alih-alih memintanya untuk menjawab telepon,” kata Arief.

Aplikasi PSBB ke Tangerang Raya, termasuk di Kota Tangerang, dimulai pada Sabtu (18/4/2020) 00:00 WIB. PSBB berlaku hingga 1 Mei 2020.

Data polisi menunjukkan bahwa setidaknya ada 1.248 pelanggaran selama PSBB.

Kasat Kemudian, polisi Agung Pitoyo, AKBP Metro Tangerang Agung Pitoyo mengumumkan bahwa pelanggaran tersebut didominasi oleh pengendara sepeda motor.

“Jangan pakai topeng 268, jangan pakai alamat KTP 290”, katanya dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2020).

Pengemudi mobil penumpang juga melakukan kejahatan. Mereka tidak menggunakan topeng dan membawa lebih dari 50% penumpang.

Artikel ini diterbitkan di Kompas.com dengan judul “Walikota Tangerang, meminta banyak warga untuk masuk dan keluar selama CBNS karena bekerja di Jakarta”