Sebuah laporan oleh Iwan Arifianto, seorang reporter dari Tribune Jawa Tengah, Tribunnews.com, Semarang, sebagai peracun, telah membuat tambang boron selama 6 tahun. (25 Juni 2020) WIB sekitar pukul 14:00.

Setelah ditangkap, penulis melakukan tes cepat sesuai dengan prosedur program sanitasi. Ternyata reaktan ini diperoleh setelah pengujian oleh penulis reaktif virus Corona.

Hasil ini diperoleh berdasarkan tes cepat oleh tim Jaksa Kota Semarang Departemen Kesehatan Kota Semarang, “Ya, sekarang, tersangka kriminal yang sensitif masih dikarantina di rumdin di kota Semdin untuk Lakukan tes usap. “Tersangka masih menunggu hasil usap; dia belum melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Tersangka adalah Srikaton (Srikaton), yang merupakan pemalsu lembar tanda tangan perusahaan furnitur, menyebabkan kerugian sekitar 136 juta rupee.

Saya diangkat sebagai tersangka enam tahun lalu. “Kami menangkap para penyerang di rumah mereka di Kalipancur Ngaliyan Semarang, area kuil para penyerang pada pukul 14:00. Dia berkata: “Dia ditangkap tanpa perlawanan.” Artikel ini dipublikasikan di Tribunjateng.com dengan judul Ngaliyan Semarang 6 tahun. Seorang warga negara menjadi penuntut buron di Jawa Tengah dan gagal menangkap Corona yang reaksioner