Sebuah laporan dari reporter Tribun-Medan Alija Magribi

TRIBUNNEWS.COM, pembunuh siswa kelas dua SMA Chanda Prayoga di SIMALUNGUN-Simalungun, tidak dapat melarikan diri dari polisi karena ia ditangkap tidak lama setelah korban ditemukan. Polisi di daerah Bangong menangkap dua tersangka yang telah membunuh anak lelaki mereka yang berusia 13 tahun di dalam hati. 2020) Sore .— Kepala polisi membangun AKP Banuara Manurung setelah mengevakuasi jenazah ke rumah sakit Djasamen Saragih di Pematangsiantar, dengan mengatakan bahwa dia telah menculik dua pelaku dari korban korban.

Baca: Untuk mencegah penyebaran Covid-19, perluasan pusat perbelanjaan Bintaro Xchange sementara ditutup hingga 21 April

Baca: Glenn Fredly meninggal di Rumah Sakit Setia Mitra

Baca: Marco Reus menyarankan Jadon Sancho selamat Borussia Dortmund- “Dua pelaku berada di sana pada Sabtu (4/4/2020) malam, mengapa korban bermain. Mereka duduk di kursi mereka, dan akhirnya berbalik untuk membunuh korban,” kata polisi Sekretaris mengatakan.

Dua tersangka yang ditangkap masih remaja. Penulis pertama adalah warga RBP (17) dari Marihat Bayu, Tanah Jawa. -Penulis kedua (MA) (17) adalah warga Kalan Asahan Km 17, daerah Gunung Malela, Malung Gang, Bupati Malongon Barat Kepala polisi distrik belum menemukan kendaraan korban karena pelaku yang membunuh nyawa korban, jadi dia mengatakan semuanya masih dalam penyelidikan. Selalu memperdalam karena alasan. Nanti, setelah wahyu, kami akan menyampaikan lagi. Kemudian, kita akan mencari kendaraan, “kata Banuara. (*)

Artikel ini diposting di tribun-medan.com, dan judulnya adalah” Polisi membunuh dua remaja aman dari 2 siswa sekolah menengah di Simalungun “