TRIBUNNEWS.COM-Pembunuh terdakwa, Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin, istri korban Zuraida Hanum (41) dijatuhi hukuman mati oleh sekelompok hakim yang diketuai oleh Erintuah Damanik di Ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri Medan, Rabu (7/1/2020) Pada sore hari, Hakim Erintuah Damanik mengatakan: “Hakim di sini memutuskan bahwa terdakwa akan dihukum mati.”

Menurut majelis hakim, terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal ini. Pasal 340 KUHP. Pasal 55, paragraf 1-1, Pasal 64, paragraf 1, KUHP.

Terdakwa harus dibunuh di tempat tidurnya sendiri dengan cara yang paling aman dalam kehidupan korban, dan melakukan pembunuhan kontemplatif dan pembunuhan bersama. — Setelah membaca putusan, jaksa penuntut dan pengacara, hukum selalu menyatakan pikiran.

Di masa lalu, terdakwa adalah Parad Situmorang, kepala departemen kejahatan publik Kantor Daerah Medan, yang menjabat sebagai jaksa penuntut umum Jaksa Agung.

Ya, jaksa penuntut tidak mengatakan apa-apa dan mungkin diampuni dari perilaku terdakwa karena kekejaman dan pelecehan terdakwa.

“Zuraida Hanum (Zuraida Hanum) dengan sangat antusias membunuh para korban selain suaminya sendiri,” katanya. Baca: Hakim Sampai Menangis Zuraida Hanum dijatuhi hukuman mati, dan keintiman juga menjadi peserta utama

Baca: Dihukum mati, ini adalah 6 hukuman untuk Zuraida Hanum, kejahatan curang yang tidak manusiawi

menangis– Pada Rabu (1/7/2020), terdakwa Zuraida Hanum terisak dalam-dalam saat mendengarkan putusan di Pengadilan Negeri Medan.