TRIBUNNEWS.COM-Dua pasien korona telah setuju untuk melarikan diri dari Rumah Sakit Palu.

Pasien pertama melarikan diri dari Rumah Sakit Anutapura di Palu dua kali, kemudian melarikan diri dan bertemu dengan seorang wanita hamil yang tinggi di daerah Takalar.

Ketika pasien melarikan diri dalam kurungan isolasi di Inside View Observation Center (ODP) dan Asymptomatic (OTG) di Palu.

Dr Herry Mulyadi, Penjabat Direktur Jenderal Rumah Sakit Anutapura di Palu, kedua pasien tersebut saling kenal. Berencana untuk melarikan diri bersama.

Baca: Tidak ada dasar penelitian yang meyakinkan, IDI tidak yakin apakah kerah Departemen Pertanian dapat melawan virus korona

Baca: RSUD MIS Krangkeng Indramayu mengakui bahwa pasien Covid-19 melintasi ruang jendela– ” Teman-teman di desa, jadi mereka mencapai kesepakatan, “jelasnya.

Dua pasien melarikan diri ke 21:00 pada hari Rabu malam (1/7/2020). Tes swab (pasien yang melarikan diri dari Pondok ODP dan OTG) tidak keluar sampai kemarin dan positif dalam Covid-19. Di Rumah Sakit Regional Anutapura diisolasi. “Dikonfirmasi pada hari Kamis …. Herry mengatakan bahwa kedua pasien adalah bagian dari pekerjaan untuk mempercepat penanganan Covid-19.

” Ketika anggota keluarga yang terkena melaporkan ke kelompok kerja Covid-19 setempat atau ke polisi Temukan mereka, “kata Harry.-Dua hari setelah dua pasien melarikan diri, rumah sakit mengetahui bahwa pasien telah tiba di kota asalnya, Takalal. – Membaca: Pasien Covid-19 akhirnya berbalik setelah menjalani tindakan yang tidak jelas dan viral – — Membaca: Lulusan epidemi dan Amikom Corona di Yogyakarta telah membuat situs web penyewaan laptop

“Pasien Covid-19 (yang melarikan diri) sudah berada di rumah Takalar. Saya menerima kabar bahwa dia sudah berada di desanya, “kata Dr. Herry Mulyadi, penjabat direktur Rumah Sakit Anutapura, ketika dia menghubungi Kompas.com, Jumat (3/7/2020) .

Herry mengatakan bahwa saat ini keduanya Status OTG pasien harus dikarantina secara independen di rumah masing-masing.

Mereka tidak dirawat di rumah sakit karena ruang isolasi pasien Takalal penuh (Kompas.com/Erna Dwi Lidiawati) berjudul “Harapan Wanita hamil lanjut usia dengan pasien Palu dan Covid-19 melarikan diri di rumah sakit “