Koresponden Tribune Jawa Barat Andri M Dani melaporkan-Ciamis dari CIAMIS adalah pengusaha ternak sapi di Ciamis, pusat produksi Rancapetir, dan ia mengeluh bahwa harga gula telah meningkat tajam dalam tiga bulan terakhir. Harga asli adalah 600.000 rupee (50 kg) per kantong, dan sekarang telah meningkat menjadi 800.000 rupee. Novi Mustikadewi, seorang pengusaha mesin penghancur sapi di Rajavari, mengatakan: “Hari ini, harga gula Kelas A telah ditetapkan pada Rs 800.000 per kantong.” Tribun Jawa Barat, Rabu (3/3/2020). Dia percaya bahwa meskipun itu masih 600.000 rupee tiga bulan lalu, kenaikan itu tidak biasa. Dia berkata: “Peningkatan ini telah menyebabkan kerusakan besar pada produksi.”

Harga adalah Rp. 800.000 kantong per kantong, harga rata-rata per kg gula adalah Rp. 16.000 Menurut Novi, hampir semua produk olahannya (seperti daging sapi, dendeng atau kentang goreng kering (mustofa)) membutuhkan gula sebagai bumbu.

Menurut Novi, rata-rata permintaan gula mingguan adalah untuk bumbu (rata-rata 1 kantong.) — Selain musim puncak atau musim puncak, banyak kebutuhan (liburan, lebaran dan musim haji) mencapai 2 kantong per minggu.

Dia mengatakan bahwa untuk mendapatkan gula berkualitas tinggi (sukrosa) dari pedagang, di pasar Ciamis yang dulunya adalah pelanggannya.

Untuk membuat daging sapi dan dendeng, Novi membutuhkan sekitar 2 kwintal sapi segar berkualitas tinggi setiap hari. Daging sapi giling adalah salah satu produk unggulan Ciamis.

Artikel ini diterbitkan di tribunjabar.id, berjudul Entrepreneur Shreded Ciamis Complaints, Harga Gula Meroket, Prix anya Sekarang Rp 800.000