TRIBUNNEWS.COM-Sudirman adalah pria berusia 70 tahun yang tinggal di desa kecil Pawulon, yang terletak di Kopil, Kopil, di pusat Kopil Desa Gondowulan, Pa Ulong (Desa). Dia menggigil. Namun, tidak ada yang mau membawanya ke pusat kesehatan atau rumah sakit. Termasuk keluarganya sendiri. -Villagers takut tertular virus koronal (Covid-19) yang baru-baru ini menyerang dunia. Mereka memutuskan untuk memanggil Bhabinkamtibmas.

“Mendengar kejadian di desa Bhabinkamtibmas Gondowulan, Bripka Gigih Setyaji mengundang Babinsa Sertu Efendi, segera memeriksa kondisi Mbah Sudirman, dan membawanya ke Puskesmas Kepil,” kata Kepala Kepil Kepolisian Iptu Muss kepada Subadi. — -Baca: Menpan RB mendesak karyawan ASN untuk menggunakan topeng dalam kegiatan di luar ruangan-luar biasa untuk takut akan penyebaran coronavirus, dan kadang-kadang bahkan menghilangkan jiwa manusia.

Baca: Rare PPE, staf medis Sukoharjo menggunakan jas hujan untuk mengendalikan virus korona

Baca: 228 kapal pesiar ABK WNI MSC Fantasia kembali – pejabat mengambil seorang penduduk yang diyakini Covid 19 di desa Gondowulan, Wonosobo.

Untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi yang tidak diinginkan, petugas polisi menggunakan jas hujan ketika membawa Soedirman ke rumah sakit. Karena tidak ada alat pelindung diri (APD).

Agen meminjam ambulans di desa Golan Ulan untuk membawa Sudirman ke Puskaimas. -Selama proses evakuasi, suasana di sekitar rumah terasa tenang. -Baca: Sebelum kecelakaan, Wakil Jaksa Agung Arminsyah memarut kelapa untuk merayakan ulang tahun pernikahan – suasananya mirip dengan proses evakuasi pasien Covid-19. Tidak ada warga yang khawatir.