PAYAKUMBUH TRIBUNNEWS.COM-Pada hari Rabu (3/11/2020), seorang tersangka penangkapan teroris terjadi di lingkungan Pinago, Tanjung Gadang, kabupaten Payakumbuh Barat, kota Payakumbuh, barat Sumatra.

Seorang petugas keamanan ditempatkan oleh detasemen khusus (konsensus)) 88 akronim DP polisi anti-terorisme (41).

Baca: Orang yang bertanggung jawab atas BNPT menyediakan dana untuk teroris , Diminta kedutaan ke Singapura untuk menemani tiga warga negara Indonesia yang dipenjara di Singapura – sejauh yang kita tahu, Partai Demokrat adalah warga Riau Pekanbaru. – “Benar, detasemen ke-88 di Payakumbuh sebelumnya menempatkan seorang penduduk di zona aman,” kata komisaris hubungan masyarakat Sumatra Barat Stefanus pada hari Rabu bahwa Kompas.com menghubungi Satake Bayu Setianto.

Stefanus mengatakan warga yang ditangkap berada di desa Balai Kandi di distrik barat Payakumbuh.

Ketika dia ditangkap oleh 88 brigade bersenjata berat, PDD tidak membalas. Pada saat itu, beberapa orang mencurigai bahwa teroris telah dikirim ke Pekanbaru, “kata Stephen Nuss.

Baca: Tiga warga negara Indonesia Singapura dipenjara karena membiayai terorisme, Dr. Mahfud: Berart teroris teroris Mendanai dari organisasi – Sebelumnya, detasemen ke-88 juga menangkap seorang teroris yang mengenakan N (39) asli di Berok Nipah, Kabupaten Padang Barat, Kota Patong pada Juli 2019.-Lalu, pada Desember 2019 Pada tanggal 20 Maret, Angkatan Darat ke-88 juga menangkap dua tersangka teroris di Nagari, Baringin, Jalan Limacombe, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Artikel ini diterbitkan di Kompas.com dan judulnya adalah: Tentara ke-88 menangkap tersangka teroris di Payakumbuh.