TRANTUNNEWS.COM di Negara Bagian Bantain-Orang-orang muda dengan inisial AM (18) dari Kabupaten Bataan, Sulawesi Selatan (Sulawesi Selatan) sekarang harus bertanggung jawab atas kepolisian. (16 tahun), warga lingkungan Pajukukang di Kabupaten Bantagon. Setelah hampir tenggelam oleh massa, AM berada di bawah perlindungan polisi pada dini hari Selasa (3/3/2020).

Untungnya, petugas polisi Pajukukang dan beberapa warga berhasil memastikan keselamatan para pelaku. – Dia kemudian dibawa ke Kantor Polisi Pajukukang dan kemudian dibawa ke Mapolres Bantaeng oleh Tim Demobilisasi Polisi Kabupaten Bantaeng untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca: Dampak Corona Virus Splash, RSPI Sulianti Saroso memeriksa 451 pasien.

Baca: Untuk menyampaikan pesan Jokowi, KSP meminta perusahaan untuk tidak membeli terlalu banyak topeng: penjatahannya sama. Orang

baca: Pariwisata Bali merasakan dampak virus korona, beberapa orang mulai merumahkan

Ban Tan AKBP Kepala Kepolisian Wawan Sumantri (Wawan Sumantri), Rabu (03/03) 2020) menjelaskan pelecehan di rumah korban.

Pada saat itu, NS tidur nyenyak di kamarnya.

Korban terbangun dan melihat tersangka berjongkok di samping tempat tidur “merasa dilecehkan, korban segera mengusir tersangka karena dalam keadaan panik, tersangka berusaha melarikan diri melalui pintu ruang tamu, tetapi Karena terkunci, tersangka kemudian pergi melalui pintu belakang rumah, “kata Wavan Sumantri. -Menurut hasil interogasi, pelaku memasuki rumah korban melalui pintu belakang yang tidak terkunci.

Salah satu motif pelecehan seksual agresor karena penulis mengaku tertarik pada korban, tetapi korban menolak.

Karena tindakannya, penulis diancam oleh Pasal 82 (1) Peraturan Pemerintah 1/2016, dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Firki Arisandi)

Artikel ini dipublikasikan di tribun-timur.com Di atas, judulnya adalah memasuki kamar gadis berusia 16 tahun, pemuda Bantan hampir penuh,