Reporter TribunJatim.com Laporan Benni Indo-Tribunews.com-MALANG-Perum Jasa Tirta 1 Pekan lalu, Malang mengerem keramba jaring apung (KJA) di Waduk Selorejo di Malang, membuat warga yang menjadi nelayan di daerah tersebut merasa Kecewa dengan Kembang Kuning Tirta. Mandiri .

Perum Jasa Tirta 1 General Manager Malang Raymond Valiant Ruritan mengumumkan bahwa peraturan tersebut sesuai dengan prosedur dan perjanjian antara nelayan dan pengelola waduk.

Raymond Valiant Ruritan menyatakan bahwa Kelompok Nelayan Tirta Mandiri Kembang Kunning melanggar keputusan antara Perum Jasa Tirta 1, Pemkab Malang, Brantas BBWS, dan nelayan petani ikan keramba.

Saya ingin memberi tahu Anda bahwa pada 10 Januari 2020, Waduk Serorejo tidak akan lagi menjalani budidaya intensif.

Perum Jasa Tirta 1 menghentikan sementara budidaya ikan hingga “studi mendalam harus dilakukan oleh lembaga independen.

Raymond Valiant Ruritan menjelaskan bahwa penelitian ini mencakup elemen-elemen berikut: kapasitas lingkungan dan daya dukung seperti apakah menggunakan reservoir Selorejo sebagai Indikator penentu lokasi pertanian intensif.-Menurut penelitian pendahuluan yang disusun oleh Sekolah Perikanan Universitas Maras, Waduk Celorejo hanya digunakan untuk memancing gratis, bukan untuk perikanan intensif,

Menurut hasil penelitian Penggunaan media KJA tanpa izin untuk kegiatan.

Raymond Valiant Ruritan mengatakan dia khawatir jika digunakan untuk budidaya intensif, kualitas air akan memburuk.

Baca: Ahli waris menuntut pembeli untuk merek dagang 72 Nyonya Meneer dan “Penulis” “Hak terkait