TRIBUNNEWS.COM – Orang tuanya meninggal pada saat yang bersamaan, dan keenam anak yatim di Balikpapan masih ingin bergabung dengan kakek-nenek mereka.

Yang tertua dari enam bersaudara menyatakan putus asa untuk neneknya Wa Ode Rusdiana. Bersama orang tua mereka, putra sulung dari enam anak yatim di Balikpapan itu mengatakan dia tidak ingin diadopsi oleh orang lain.

Meskipun orang tuanya sekarang pergi, keenam anak yatim masih berharap untuk tinggal bersama kakek-nenek mereka.

• Pita virus pria dan pasien ambulans mengenai pengemudi ambulans: Lihat saya, mobil saya melepuh!

•virus! Orang tua meninggal pada saat yang sama, dan 6 anak menjadi yatim piatu, dengan usia minimal 1 bulan – putra tertua almarhum Siti Haryanti dan Yahya Mardani Harapan sedih yang diungkapkan itu disampaikan oleh nenek kepada tim media, rumahnya.

Wa Ode Rusdiana (Wa Ode Rusdiana) masih ingat permintaan cucunya untuk tidak diadopsi oleh orang lain setelah kematian orang tuanya.

“Nenek, jangan serahkan kami pada orang lain, kami ingin bersama nenekku,” kata Wo Ode, meniru permintaan cucunya.

Bahkan penatua memikirkan siapa yang akan bergabung jika kakek dan nenek pergi kemudian.

Penatua Ali Mardani masih berdiri di posisinya. Jika kakek-neneknya meninggal kemudian, dia masih tidak mau diadopsi.

Dia bilang dia akan tinggal bersama anak bungsu neneknya.

Halaman Berikutnya ==================>>