TRIBUNNEWS.COM, polisi dari kantor polisi JOGJA-Sleman menghadirkan tiga tersangka kepada kepala tim pengintai SMPN 1 Turi, yang membunuh 10 siswa SMI I Turi selama kegiatan pengintaian Sungai Sempor pada Selasa (2020/2/2) . 11 siswa dari Sleman April 1983. Status mengajar PNS 1 Turi Sleman, DDS lahir di Sleman pada 24 Januari 1963, dan R R lahir di Sleman pada tahun 1962.

Dalam hal ini, IYA menyadari bahwa pelatihan pagar sungai terutama untuk mengidentifikasi karakter.

“Mereka dapat memahami sungai, jadi sekarang anak-anak jarang bermain di atau dekat sungai. Sungai ini, dan kemudian kami perkenalkan, ini adalah sungai,” tersangka adalah. ——Ketika tim media meminta siswa SMPN N Turi untuk berjalan di sungai selama barisan, IYA mengatakan para siswa tidak boleh berjalan di tengah sungai.

“Tidak, mereka berjalan di tepi,” katanya ditemani oleh polisi.

Ketika seseorang menyebutkan mengapa mereka tidak menggunakan alat pengaman di sungai, tersangka berkata, karena air hanya setinggi lutut pada saat itu, dan cuacanya tidak sama dengan ketika kejadian itu terjadi.

“Saya masih belum turun hujan pada jam 1:30 sore, jadi saya mengikuti saya untuk memeriksanya, air di jembatan itu tidak cepat, dan kemudian saya kembali ke titik awal,” katanya. Air er mengalir turun dari ketinggian lalu menghantam para siswa berjalan di Sungai Sempor.

Beberapa selamat, tetapi tidak ada arus dari Sungai Sempor.

Baca: Banjir Jakarta hingga istana, DPRD mengimbau pemerintah provinsi DKI tidak mau mengelola banjir: banyak alasan

Baca: Setelah berduka atas kematian Ashraf Sinclair, Bunga Citra Lestari bekerja lebih keras dan bertekad untuk dilahirkan kembali