TRIBUNNEWS.COM, petugas polisi pertama MAMUJU-Sulawesi Barat dan karyawan Bank Kuala Lumpur yang pertama ditangkap oleh Biro Narkotika Kepolisian Daerah Sulawesi (Sulbar) setelah sekelompok metamfetamin. Disimpan pada 12 Mei.

AKBP Syamsu menyatakan bahwa penangkapan dimulai dengan penangkapan seorang karyawan BA awal karena ia telah terbukti memiliki obat-obatan methamphetamine.

“Ini dimulai ketika seorang karyawan dari tersangka asli Kantor Pekerjaan Umum Kabupaten Mamuju dari BA menemukan bukti paket metamfetamin senilai Rs 850.000 di tangan BA,” AKBP Syamsu mengatakan kepada Tribun-Timur melalui Whatsapp. com, Selasa (26/5/2020) .

Setelah pengembangan, mantan kepala polisi itu melanjutkan. Bulukumba, hasil interogasi tersangka BA mengakui bahwa metamfetamin diambil dari tersangka YD dan KL dari perusahaan patungan.

Baca: Raul Lemos menjadi fokus perhatian, suami KD Sindir Maria dituduh oleh Pansos di Mediterania sebagai seorang sosialis

“Ketiganya ditempatkan di Sisula Di fasilitas penahanan polisi di Provinsi Wissi, “kata Syamsu Ridwan, ini adalah dua bunga polisi. Ketiga polisi itu juga mengakui bahwa mereka sering bertemu pihak metamfetamin.

“Setelah tes positif pada tiga jenis urin, pemilik bukti masih mengatakan:” Perilaku tiga pelaku didakwa dengan Pasal 112, ayat 1, Pasal 127, ayat 1, ayat 1. Untuk huruf A, hukuman maksimum adalah penjara 12 tahun. -timur.com)

Artikel ini dipublikasikan di tribun-timur.com, berjudul “Polisi dan Bankir Mamuju Ditangkap Setelah Memphetamine Feast”