TRIBUNNEWS.COM-Kepolisian Daerah Lombok Barat Departemen Kepolisian Kabupaten Senggigi telah memperoleh akronim PPB untuk Orang Asing (WNA) dari Bulgaria.

Setelah melarikan diri dari Family Hope Hospital (HK) Kamis lalu (2/4/2020), seorang warga negara Bulgaria adalah sebagai pasien di bawah pengawasan (PDP) untuk keselamatan. Orang asing telah disimpan di villa di desa Batulayar. -Hanawan mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis: “Anggota kami berkoordinasi dengan seorang penjaga keamanan di vila, yang menunjukkan foto-foto orang asing dan warga negara Indonesia dan melihat bahwa memang ada orang asing.” (Minggu, 4 Mei 2020) .

Baca: Keluarga pasien positif positif Lampang Covid-19 merasa tidak nyaman tentang terorisme di antara tetangga mereka dan mengancam akan membakar rumah mereka.

Baca: Orang yang kembali ke rumahnya setelah pendaftaran disebut Walikota Sebut Solow

Baca: Seorang pasien dengan virus Corona berhasil pulih dan diizinkan untuk kembali ke kota asalnya, dokternya adalah dokter profesional- — Setelah memahami kediaman orang asing itu, polisi menghubungi tim medis untuk memilihnya. “Hernawan berkata:” Kemudian kami menghubungi hak medis pi dari kelompok kerja Covid-19 pusat kesehatan dan hak medis pi dari rumah sakit Hong Kong. “Baca: Kisah-kisah karyawan yang terkena PHK tidak akan pecah jika terjadi pandemi virus korona – pada akhirnya, PPM c dilindungi oleh staf medis dengan alat pelindung diri penuh (APD) dan dibawa ke rumah sakit di Mataram.

Sampai saat ini, di NTB, 8 Covid 19 kasus positif telah dibawa ke rumah sakit dengan almarhum. Artikel ini meninggalkan rumah sakit di Kompas.com dengan “WN Bulgarian PDP di Corona, Lombok, di Ditangkap di Vila “diterbitkan sebagai judul