Bangbang TRIBUNNEWS.COM-Sebanyak 18 petugas kepolisian kabupaten NTT dan 300 siswa di institut tersebut dikeluarkan dari Sekolah Pelatihan Polri (Setukpa) setelah dinyatakan positif virus korona atau co-19 di karantina. Delapan belas polisi kembali ke daftar 26 calon polisi distrik NTT yang dilatih di kepolisian Sukukbuk Setukpa.

Sekarang mereka diisolasi di SPN kepolisian kabupaten NTT.

7 Sukabumi lainnya masih dicurigai korona positif.

Hubungan masyarakat dari kepolisian kabupaten NTT mengkonfirmasi POS-KUPANG.COM pada sore hari Jumat (4 Maret 2020). Orang yang adalah seorang mahasiswa polisi kemudian dikirim pulang dari Setukpa Lemdikpol sekarang di Akademi Kepolisian Kabupaten NTT (SPN) ). Korona baik dan negatif.

Di Markas Besar Kepolisian Daerah NTT, Komisaris Jo melanjutkan bahwa karantina dilaksanakan sesuai dengan standar dan perjanjian kesehatan.

Mengenai 7 kandidat mahasiswa kepolisian kabupaten NTT yang memiliki sikap positif terhadap Corona, dia tidak memberikan jawaban sederhana.

Dia menyebut insiden itu kekuatan markas besar polisi Karo Penmas.

Baca: Barcelona memangkas gaji para pemain, Luis Suarez berharap memiliki solusi

Baca: Tidak pernah mengusulkan bahwa itu adalah gol luar biasa bagi mantan kapten Persib dari mantan Nona Bobotoh dari tim nasional Thailand — -Baca: TKW yang pulang dari Malaysia meninggal dan terluka.-Baca: Temukan mahkota di tengah-tengah masyarakat, jadi kunci untuk mencegah penyebaran Covid-19- “Para pengungsi yang kembali sekarang terisolasi di SPN Polda. Semua negatif (Corona). “Kekuatan Setupa (kandidat aktif Corona) adalah otoritas pusat untuk mengeluarkan pernyataan ini,” kata Komisaris Jo Bangun.